Rabu, 20 Mei 2015

Harus Pilih yang mana? Kabel Merah ato Biru?

Hidup itu pilihan. Saya sendiri tidak terlalu setuju dengan kalimat ini. Saya lebih memilih pernyataan “dalam hidup kita senantiasa dihadapkan pada pilihan”, dimana bertemu dengan kondisi-kondisi yang mengharuskan kita untuk menentukan pilihan. Meskipun sering juga, kita dihadapkan pada kondisi “mau tidak mau”, tidak ada pilihan di sana.

Memilih, tidak selamanya mudah. Seperti film Detective Conan, Ran harus memilih memotong kabel merah atau biru demi mencegah sebuah bom waktu meledak. Yup, kabel merah atau kabel biru, sungguh pilihan yang sulit, setidaknya itu yang berusaha digambarkan oleh sang sutradara. Begitupun buat saya, menentukan sebuah pilihan, kerap menjadi hal yang berat, serba salah, dan menyita banyak waktu serta pikiran.

Namanya juga memilih, artinya anda dihadapkan pada lebih dari 1 hal yang masing-masing membawa konsekuensi tersendiri bagi anda. Apakah itu banyak membawa kebaikan dan sedikit keburukan dibanding hal lainnya. Kebaikan dan keburukan ini bervariasi, bisa fatal, agak fatal, sedikit fatal, atau bahkan tidak fatal sama sekali.

Lalu muncul pertanyaan baru, apasih indikator kalo kita sudah memilih dengan tepat? Ilmu atau pengetahuanlah jawabannya. Pilihan menjadi tepat ketika kita tahu secara pasti, holistik dan komprehensif, mengenai masing-masing pilihan dan konsekuensi dalam memilihnya. Dan inilah yang membuat pekerjaan memilih kerap menjadi pekerjaan berat, karena kita, manusia, seringkali tidak tahu secara pasti apa yang sebenarnya baik buat kita dan yang tidak. Karena ALLAH tidak memberi pengetahuan pada kita manusia, kecuali sedikit.

Kalau begitu, susah benar ya jadi manuisa, harus memilih untuk kebaikan hidupnya sendiri tapi perangkatnya dalam mengeksekusi pilihan masih kurang lengkap. Terus terang, perkara memilih ini memang sering menyulitkan saya. Termasuk beberapa fenomena yang saya temui beberapa bulan terakhir. Entah ini berdasarkan pengetahuan atau hanya perasaan ikut-ikutan, atau bahkan saya sebenarnya tidak memilih, hanya terdesak dan terdorong oleh gelombang sehingga akhirnya ikut hanyut tanpa kuasa menolak. 
".................................................tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit'." – (QS.17:85)
Wallahu'alam.

Rabu, 15 April 2015

Rasanya Ingin Kabur Sajalah


Apa yang anda lakukan ketika anda menyadari bahwa apa yang selama ini anda kerjakan tetapi dianggap kurang benar, atau kurang baik, atau kurang profesional, atau hal-hal semacam itulah (lanjutan terhadap tuduhan mereka tentang pengkhianat). Dua orang teman saya bilang "hm..jadi pengen balik lagi ke beberapa bulan lalu dan mengulang semuanya lagi dari awal"
Kalau saya, tidak ingin repot-repot demikian. Yang ada dalam pikiran saya cuma, menarik napas dalam-dalam, siapkan energi, angkat rok (biar ngga kesangkut) dan kabuuur..lari sejauh-jauhnya.. saya mikir, kalaupun waktu diulang belum tentu kita bener-bener bisa memperbaiki, kalau sama aja dodolnya gimana? lagipula untuk apa berandai-andai hal mustahil begitu.
Pengecut? mungkin, mudah menyerah? bisa juga, kurang kerja keras?iya kali..Ah..sikap pecinta simplicity saya ini lagi mengajak saya untuk berbuat demikian, daripada semakin diperpanjang malah semakin banyak kekurangan yang kita buat? Pasti yang baca bakal pada protes dan bilang "ya jangan berpikir gitu dong..think positif" bodo lah..terserah..akhir-akhir ini banyak sekali stressor dalam hidup saya..
Kesalahan yang saya miliki adalah saya memiliki semua informasi yang mereka tidak tau, saya mencoba sharing ternyata hasilnya malah ngebanting,,, di sini saya belajar ada 3 tipe manusia pertama manusia yang baik, sayang dan cinta dengan saya, apapun yang saya lakukan pasti di dukung nya, jika saya salah pasti dinasehatinya. Lalu tipe manusia yang kedua adalah manusia yang cuek, gak peduli, gak ambil pusing dengan smua yang saya lakukan, baik buruk pun saya tak akan berdampak padanya, tipe ini tak perlu di khawatirkan, bersikap sewajarnya, karena dia pun akan bersikap sama. Lalu yang terakhir adalah manusia yang memang menjadi musuh, lawan, pencari masalah atau apapun namanya yang dia tidak akan pernah suka, baik, peduli atau care kepada saya, apapun yang saya lakukan pastilah menjadi masalah buatnya.
Sekarang saya mulai berfikir, ternyata tugas saya gak sulit-sulit amat, gak harus kabur atau lari dari mereka, cukup kotakkan saja, mana manusia tipe 1, 2 dan 3. Dan saya akan tau bagaimana cara menghadapinya.
~maaf kalau postingan ini bener-bener aneh dan tidak penting, hanya luapan emosi saja!!!

Minggu, 12 April 2015

Pengkhianat

Dear... Diary
Tak pernah terfikir akan ada orang yang menuduhku sebagai pengkhianat...
yah,, hari ini 13 April 2015 seorang kawan, sahabat dan teman meletakkan gelar itu kepadaku,,,
Ya Alloh,,, tuduhan macam apa ini,, untuk sesuatu yang tak pernah saya perbuat,,, 

Saya hanya seorang Hilwa yang mencoba memberi pandangan, mencoba memberi masukan jika suatu perkara itu ada tingkatan atau prosedural yang harus di lewati agar kita terlihat tidak emosi, arogan, apalagi tidak berpendidikan, tapi ternyata sikapku malah di bilang sebagai pengkhianat....

Sakit memang dituduh seperti itu, apalagi dituduh oleh saudara sendiri, saudara se iman, sebangsa dan setanah air, yang kalau di tanya cinta,,, sungguh aku sangat mencintai kalian semua,, 

Sabar Hilwa....
Pada zaman Soekarno, Buya Hamka orang yang sangat mulia pun pernah dipenjarakan selama dua tahun karena dituduh “pengkhianat” dan menjual negara kepada Malaysia. Tentu beliau sangat sakit hati atas tuduhan keji rezim yang pernah bertangan besi kepada tokoh-tokoh Islam tersebut. Namun beliau bersabar dan memanfaatkan waktu tersebut untuk menyelesaikan karyanya yang monumental bernama Tafsir Al Azhar (30 jilid). So... Apalagi saya hanya seorang Hilwa.

Ya Alloh beri hamba kesabaran yang tiada tara untuk lara hatiku ini, 
Ya Alloh beri hamba hati seluas samudra untuk menyikapi persoalan ini.

Minggu, 22 Februari 2015

25 Januari 2015

Ternyata gini rasanya...
Seperti melayang di antara kembang-kembang
sambil bentangkan tangan dan melaju diantara angin
Ya Allah,,
Jika ini takdirku... Mudahkanlah,
Jika ini jalanku... Terangilah
Jika ini jodohku... Kekalkanlah
Amiiin

Minggu, 30 November 2014

Ngaco...

Dulu pernah nulis ini ternyata...
senyum2 sendiri bacanya dan iseng aja share k blog hihihi

kemarin waktu lagi asyik2nya ngobrol tiba-tiba ada kk yang sangat di hormati (cie...cie..) bertanya tentang suami idaman ku...hahaha (ketawa sambil jengir n bingung)....waadooohhhh mau jawab apa ya..,,*o* coz aku gak pernah menjabarkan secara detail kriteria suami idaman apa lagi menuliskan secara khusus...alhasil...aku hanya mencoba muter-muter otak dan menjawab sekenanya...(ntah lah.... apakah jawabanku memuaskan ato gak...wkwkwkwk)
karena kejadian itulah aku jadi inget pernah baca artikel d internet.....dan lebih tepatnya aku baca di blog orang tapi lupa yang empunya blog namanya siapa dan aku coba copas notenya.......^^
ini dia,,,,,

disimak ya.......

Suami Yang Kupesan......

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang takut pada Alloh. Karena Iblis pun takut pada-Nya sehingga mereka tak membantah ketika diusir dari surga. Apalagi seorang laki-laki sholeh yang kupesan untuk menjadi suamiku…

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang jika aku melihatnya aku akan bersyukur pada Alloh. Karena, lawan dari syukur adalah kufur…dan aku tidak mau menjadi makhluk terkutuk yang kufur terhadap suami dan Robb-nya…

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang pandai menempatkan diri. Karena, aku merencanakan membangun keluarga ditengah manusia yang punya rasa dan mampu menilai sesama…

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang pandai menggunakan lisannya. Karena lisannya yang kuharapkan mampu menenangkanku dari kegundahan, menghargaiku dari tiap lontaran pertanyaan dan pernyataan, dan mengingatkanku dari kealpaan dan kebengkokan jalan…

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang dapat diandalkan. Karena, aku tak mau kelak rumahku lapuk karena air yang menetes dari genteng bocor yang tak terjamah, atau anakku yang terserang DBD karena sampah di pekarangan rumah…

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang mau bekerja keras. Karena, ketekunan dan kesungguhan dalam bekerja adalah ciri seseorang yang menghargai diri dan hidupnya…

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang mapan ekonominya. Karena aku mencita-citakan keluarga yang sakinah, mawaddah, rahmah, wa ‘kaya’. Kekayaan yang bisa kami jadikan senjata untuk mengabdi pada-Nya…

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang menyayangi keluarga. Karena kami memang akan membentuk sebuah keluarga, bukan penjara apalagi neraka…

Suami yang kupesan adalah laki-laki yang bisa mencintaiku apa adanya. Karena aku khawatir tidak mampu menyediakan yang tak ku punya dan tak sanggup mengada-adakan yang tidak ada…

Tapi,…apakah pesananku itu ada? Apakah aku sanggup membayar harganya? Karena aku pernah mendengar sebuah kisah : Suatu saat Umar bin Khattab r.a melihat seorang pemuda yang sholat dengan sangat cepat dan kemudian berdo’a “Ya Alloh…tolong hadiahkan aku seorang bidadari dari surga.” Mendengar itu kemudian Umar berkata “Wahai anak muda, sepertinya maharmu tidak cukup untuk membayarnya.”

Tapi ya Alloh…aku kan memesan pada-Mu, sang Maha Kuasa pemilik segalanya. Bukan pada lintah darat atau kapitalis materialistis yang berorientasi pada harta semata…Robb…Aku terlalu kurang ajar ya?! Atau Kau hanya menggelengkan kepala karena mafhum akan kelicikan makhlukmu yang bernama manusia?! Ampuni aku ya Robb…aku janji tidak akan meminta sesuatu dari-Mu, tanpa kubuat diriku pantas untuk mendapatkan sesuatu itu terlebih dahulu. Aku janji Robb…janji untuk berupaya menjadi manusia yang menepati janji..

untuk semua sahabat2 ku yang sedang bersabar dalam penantian....
Allah maha tau yang terbaik untuk hambanya.....untuk kita.....^^

Selasa, 25 November 2014

Tulisan Hari Guru Yang Tidak Inspiratif

Hari ni tuh 25 November 2014 yakni peringatan hari guru. Meskipun tahun ini tidak lagi di rayakan seperti tahun-tahun biasanya, berhubung saya tidak mengajar di sekolah Indonesia (Malaysia_Red) dimana mereka merayakan Teacher Days itu jatuh pada tanggal 16 Mei. Dan jadilah hari guru kali ini diisi dengan jadwal ujian semester ganjil... tanpa upacara, games, bunga, coklat, bingkisan dan lain2 yang biasa diberi siswa ke gurunya
Dan pagi ini pun ujian berjalan seperti biasa, aman, lancar dan tertib. Tapi teman2 guru yang lain (hanya Inoe dan Nora) selalu ribut dengan gak adanya siswa yang berinisiatif memberi ucapan (maklum mayoriti siswa Malaysia), akhirnya pergilah mereka berdua membeli se bucket bunga dan di potong-potong menjadi satu tangkai lalu di bungkus dalam plastik bening (Berasa wisuda liat bunganya, hihihi) lalu jadilah beberapa tangkai bunga. Yang saya tidak sangka adalah bunga itu diberikan kepada saya. Eh?. Ternyata tahun ini ucapan selamat hari guru dan setangkai mawar ungu saya peroleh dari teman sesama guru hahaha. Mereka bilang “selamat hari guru untuk kita semua... para guru Indonesia, " Soo Sweeett
Sayangnya saya sedang tidak niat untuk menjadi inspiratif dalam rangka hari guru kali ini. Sudah ada sekitar 2 tulisan terkait hari guru di blog. Silakan di-search kalau memang tertarik. Kali ini saya mau narsis saja. Haha..... Berhubung kemungkinan besok bunganya layu, maka saya abadikan dalam kamera. Maaf kalau yang lihat potonya pada sakit mata :p

 Poto dadakan narsis abis ^_^

Minggu, 16 November 2014

To My Self


Kira-kira apa ya ganjaran yang akan Allah berikan, bila diam-diam ternyata saudara kita menangis karena perbuatan kita? Lalu menceritakannya pada  Allah Yang Maha Mendengar? atau mungkin kita sendiri yang megalaminya, bercerita kepada Allah tentang perbuatan saudara kita? Ntahlah... 
Teringat keburukan orang lain terhadap diri, terkadang memberikan dampak positif agar kita tak melakukan hal yang sama terhadap orang lain.
Sebaiknya introspeksi diri mesti dilakukan agar seimbang menimbang persoalan, hal mana yang seharusnya kita sensitif-kan, dan ini bukan perkara siapa yang menyakiti atau tersakiti, tapi perkara memaafkan atau dimaafkan.

Ya Allah,,, Slalu jadikan hati ini seluas samudra.