Bagi kalian yang mau atau akan melakukan travelling tapi gak ada temen alias sendirian maka perlu nih baca tips dari gue,, semoga manfaat yah..
1. Pastikan kalo kamu emang niat banget mau melakukan travelling walaupun sendiri
2. Pastikan kalo kamu udah punya lokasi tempat tujuan travelling
3. Pastikan juga kamu punya dana (uang) yang cukup
4. Bawa tas ransel dan baju secukupnya agar gak rempong
5. Cari info tentang lokasi tempat tujuan sebelum berangkat atau bisa juga tanya sama temen yang berasal dari daerah tempat tujuan tersebut.
6. Biar gak nyasar, pastikan kuota Handphone kamu cukup untuk menjalankan aplikasi GPS nya
7. Sebagai manusia yang beragama, Berdoalah sebelum berangkat... Travelling in action, go.. go.. go.. set out!!
Minggu, 20 Maret 2016
Elegi Patah Hati
Berjalan dalam gelap
melintasi sunyi tak bertepi
mengarungi kelam yang temaram
adakah cahaya harapan itu?
harapan akan diperjuangkan?
atau hanya basa basi para pecundang?
Yaaa..
Aku memang pecundang
memilih baik dimata orang
bukan karena segan
tapi memang tak punya pilihan
Yaaaa...
lagi lagi Aku pecundang
melesatkan anak panah beracun di hatiku sendiri
apakah Aku sakit? Tidak...
racun itu belum sesakit hatiku yang hancur
hancur karena harapanku sendiri
harapan yang ku gantung jauh di atas bayang-bayang
Aku tak kuasa meraihnya
dan pemilik hatipun tak sudi memberikannya
Marpoyan, Pekanbaru 19_03_2016
melintasi sunyi tak bertepi
mengarungi kelam yang temaram
adakah cahaya harapan itu?
harapan akan diperjuangkan?
atau hanya basa basi para pecundang?
Yaaa..
Aku memang pecundang
memilih baik dimata orang
bukan karena segan
tapi memang tak punya pilihan
Yaaaa...
lagi lagi Aku pecundang
melesatkan anak panah beracun di hatiku sendiri
apakah Aku sakit? Tidak...
racun itu belum sesakit hatiku yang hancur
hancur karena harapanku sendiri
harapan yang ku gantung jauh di atas bayang-bayang
Aku tak kuasa meraihnya
dan pemilik hatipun tak sudi memberikannya
Marpoyan, Pekanbaru 19_03_2016
Senin, 24 Agustus 2015
Sakit Juga... Akhirnya
Setelah melewati hari-hari yang melelahkan sejak 3 bulan yang lalu. Dari momen PSB, Lebaran, Raker guru di skolahan, Bimbingan Tesis, dan lain-lain. Dimana fisik dan mental dikuras habis-habisan, kupikir bakal sakit tapi ternyata ga, he..he..hee... kuat juga aku.
Tapi ternyata akhirnya hari ini aku sakit, sebenernya dari kemarin tapi hari ini lumayan parahnya. Waktu disekolah dimana smua pada konsen upacara, nah aku konsen nahan mual yang sejadinya. Orang-orang yang ngeliat pada bingung “Dek kenapa, ko lemes banget?” Emang lemes banget, tapi anehnya bisa nyampe di skolah, bawa motor pula, gara-gara Upacara nih. Dan ini adalah hari kerja tersingkat yang pernah aku jalankan, datang jam 07.00 WIB dan pulang jam 08.00 WIB, waaahh bisa dituntut melanggar kode etik jam kerja nih.
Meskipun badan udah gak karu-karuan pulang kerja tetep aja mampir ke kampus barang sebentar, Bimbingan tesis again. Dosenku yang baik hati nyuruh istirahat aja, soalnya kayaknya lemes banget, Temenku yang ngeliat sampe bilang “Dek ga jadi sakit?” dan dengan enteng kujawab “jadi ko!”
Jreng...jreng...jreeeng.... malamnya alih2 mau dapatin surat sakit dari dokter sempet-sempetin pergi ke klinik deket rumah... eeehh dokternya pada manyun kekeh bilang harus dirawat padahal cuma mules ama beser2 doang, katanya uda pucet banget, tapi aku gak bakal dapat surat sakit kalo kagak diinfus. Al hasil.. nunggu hampir 3 jam buat diinfus dan tangan kiri ama kanan beda ukuran, yang kiri setingkat lebih besar dari yang kanan.
Mudah-mudahan sakitnya ga sampe besok, atau minimal ga sampe kamis. Hari kamis ada audiensi seminar internasional bo! tuh kan tesis lagi..
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan
sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti
pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Senin, 10 Agustus 2015
Ikhlas & Riya'
Ujian beramal adalah riya’ tapi jangan karena
takut riya’ trus ga mau beramal.
Waktu saya takut untuk
nulis lagi, takut menggurui orang, kesannya kayak orang bener aja gitu, takut
ujung-ujungnya malah riya’, trus saya jadi inget “kalo kita tidak jadi
melakukan suatu amalan karena takut riya’ maka itulah riya’ sebenarnya tapi
lakukanlah semuanya dengan ikhlas Lillahita’ala.
Lalu saya buka lagi buku
tentang ikhlas dan riya’, katanya, ikhlas itu ada di awal, tengah, juga akhir.
bisa jadi kita melakukan sesuatu dengan niat ikhlas, tapi setelah dikerjakan,
trus dilihat orang, ko kayanya menarik juga kalau dipamerkan nah datang tuh si
riya’. Ikhlas di awal, tapi belok di tengah, bukan ikhlas namanya.
Bisa jadi kita melakukan sesuatu dengan ikhlas,
hingga ia selesai dikerjakan. jauh setelahnya berselang, ada situasi dan
kondisi berbeda, ko rasanya menyesal telah melakukan itu sebelumnya. Ikhlas di
awal dan tengah, belok di akhir ini bukan ikhlas juga namanya.
Al Harawi mengatakan : “Ikhlas ialah, membersihkan amal dari
setiap noda.” Yang lain berkata : “Seorang yang ikhlas ialah, seorang yang
tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya di
hadapan Allah, dan tidak suka seandainya manusia sampai memperhatikan amalnya,
meskipun hanya seberat biji sawi”. Abu
‘Ali Fudhail bin ‘Iyadh berkata : “Meninggalkan amal karena manusia adalah
riya’. Dan beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas ialah, apabila
Allah menyelamatkan kamu dari keduanya”.
Wallahu'alam..
semoga kita tidak terjerumus dalam riya' dan selalu memperbarui niat agar
selalu ikhlas
Jumat, 29 Mei 2015
Tong Sampah Yang Ngga Punya Pembuangan, Itu Aku
Beberapa hari ini, entah sampe berapa hari lagi, kerjaanku banyak banget.
Jenuh udah mulai terasa. Dan parahnya lagi Aku jadi tong sampah bagi beberapa
orang dalam beberapa hal.
“Tolong ya Dek yang masalah disnaker ust itu, kamu saja yang datang besok
ya, dan bawa semua berkas-berkasnya, soalnya saya belum bisa balik ke
Indonesia” Kata seorang Wakil Pendiri Yayasan tempat aku bekerja.
“Dek, Saya gak
bisa ngomong nanti disana jadi kamu harus ikut dan kamu yang jelasin semuanya
besok” Kata Bapak Ketua Yayasan tempat aku bekerja.
“Ibuk, besok saya ada acara, jadi saya gak bisa datang, tolong ibuk saja
yang menjadi wakil untuk sekolah di sana” Ini kata kepala sekolah (masih) di yayasan tempat aku bekerja.
“kak, besok pertemuan anak bimbingan Pak Saryono, Kak Via dan Kak Imah gak bisa datang, jadi kakak satu-satunya dan kakak wajib
datang, kalo gak penelitian kakak gak bisa ikut seminar internasional” Telpon
dari Asdos kemarin sore.
“hari ini harus
kasih bakteri cepasia untuk K2 dan K3 biakan kompos” Tolong ya Dek, Kakak belum bisa ke Lab hari ini.
“Nilai UTS
harus dikirim paling lambat besok jam 16.00 WIB, untuk tim Enzimologi
Microorganisme harus ada nilai praktikumnya juga” bunyi SMS yang kuterima di
pagi hari.
Huaaah..menerima timbunan “sampah-sampah”, aku pun segera
“penuh” dan yang bikin jenuh adalah aku ngga bisa membuangnya kemanapun.
Sebenernya lewat blog-lah biasanya aku menumpahkannya, makanya blog-ku jadi
begini, dan akibatnya ada orang bilang blog-ku ini “sampah”, ngga bermisi,
percuma, dll, sampe-sampe aku sempet berpikir ngga mau nulis blog lagi. Tapi
ternyata aku butuh pembuangan, jadi kulanjutkan lah sepak terjang di dunia
per-blog-an ini. Persetan dengan omongan (tepatnya ketikan) tuh orang!
Dengan segitu
banyak timbunan, aku baru inget kalo hari ini deadline pengumpulan poster
kesehatan organ wanita karena produk instan yang mau aku ikutin, berupa essay
bahasa inggris, bikin aku ngga bisa senyum kemaren. Malemnya
aku ngambil jeda baca buku Motivasi Hidup Chiken Soup, disaat
mata udah berkaca-kaca dan air mata siap jatuh langsung mati lampu di daerah
Marpoyan dan sekitarnya, siaaaaal! Masih pengen baca dengan
penerangan seadanya, pas udah selesai baca dan selesai mengasihani diri
sendiri, aku nyalain laptop buat ngerjain seabrek-abrek tugas, eh laptopnya
ngga bisa nyala! rusak tanpa peringatan! Comot-comot batrai trus pasang lagi,
tetep aja gak hidup, coba dielus-elus tetep aja hening, agak kasar sedikit
lumayan hidup, tapi sebentar, itupun mati lagi, akhirnya pasrah. waaaah…mengapa
hidupku begitu berat…hiks..hiks.. Tapi hidup kan perjuangan ya.. jadi harus
berjuang, semangat Hilwa…
Aku Jadi Mikir, "GW beriman banget yak,, sampe ujian Alloh banyak sekali" Huueekk Pengen Muntah
Aku Jadi Mikir, "GW beriman banget yak,, sampe ujian Alloh banyak sekali" Huueekk Pengen Muntah
Kamis, 28 Mei 2015
Kalau Kau Pernah Kecewa, Sama!!!
Tidak ada yang diciptakan di dunia ini sia-sia. Bahkan takdir-takdir yang menyentuh hidup kita. Sama halnya dengan hari ini. Ada surat yang terletak cantik diatas meja kerja dengan logo bertuliskan Disnaker Kota Pekanbaru. Ada apakah gerangan? panggilan mediasi tentang seorang ustaz yang merasa dirugikan hak-haknya sebagai pekerja. Oh,, masalah ini lagi, batinku dalam hati, kapankah berakhir semua ini? gak capek apa ngurus ini-ini aja, ntah mana yang benar, ntah mana yang salah, apakah dua-duanya benar ataupun sama salahnya. dan tugas ini datang lagi, tugas menjadi tameng untuk menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi, sanggupkah? entahlah... kadang merasa ini bukan tugas saya, malas mengurusnya, emosi saya benar-benar diuji hari ini, banyak sekali stressor yang saya alami.
untuk perasaan emosi atau perasaan yang pernah mampir dalam kehidupan. Seorang kawan pernah bilang bahwa kita ini memang perlu merasakan benci, merasa tidak suka, merasa marah. Karena kalau tidak pernah merasakan itu, kita jadi tidak belajar meluapkan emosi. Bahkan kita juga diciptakan sebagai kaum yang berbuat dosa, agar kita belajar untuk menyesal, bertaubat, dan memperbaiki diri.Maka segala pengalaman maupun emosi yang kita rasakan pasti ada rahasia dibaliknya. Meskipun itu buruk atau tidak menyenangkan. Patah hati yang memilukan, penolakan yang menyakitkan, kegagalan yang menjatuhkan, kesalahan yang menyebalkan, kehilangan yang menyedihkan, ataupun kebodohan yang memalukan. Semua kepahitan itu pasti ada hikmahnya. Jadi tidak usahlah disesali pernah ada dalam kehidupan kita. Hadapi saja. Dan bersyukurlah pernah mengalaminya.
Untuk diriku,, keep spirit to tomorrow!!
Rabu, 20 Mei 2015
Harus Pilih yang mana? Kabel Merah ato Biru?
Hidup itu pilihan. Saya sendiri tidak terlalu setuju dengan kalimat ini. Saya lebih
memilih pernyataan “dalam hidup kita senantiasa dihadapkan pada pilihan”, dimana bertemu dengan
kondisi-kondisi yang mengharuskan kita untuk menentukan pilihan. Meskipun
sering juga, kita dihadapkan pada kondisi “mau tidak mau”, tidak ada pilihan di
sana.
Memilih, tidak selamanya mudah. Seperti
film Detective Conan, Ran harus memilih memotong kabel merah atau biru demi mencegah sebuah bom waktu meledak. Yup,
kabel merah atau kabel biru, sungguh pilihan yang sulit, setidaknya itu yang
berusaha digambarkan oleh sang sutradara. Begitupun buat saya, menentukan
sebuah pilihan, kerap menjadi hal yang berat, serba salah, dan menyita banyak
waktu serta pikiran.
Namanya juga memilih, artinya anda
dihadapkan pada lebih dari 1 hal yang masing-masing membawa konsekuensi
tersendiri bagi anda. Apakah itu banyak membawa kebaikan dan sedikit keburukan dibanding hal
lainnya. Kebaikan dan keburukan ini bervariasi, bisa fatal, agak fatal, sedikit
fatal, atau bahkan tidak fatal sama sekali.
Lalu muncul pertanyaan baru, apasih indikator kalo kita sudah memilih dengan tepat? Ilmu atau pengetahuanlah jawabannya.
Pilihan menjadi tepat ketika kita tahu secara pasti, holistik dan komprehensif,
mengenai masing-masing pilihan dan konsekuensi dalam memilihnya. Dan inilah
yang membuat pekerjaan memilih kerap menjadi pekerjaan berat, karena kita,
manusia, seringkali tidak tahu secara pasti apa yang sebenarnya baik buat kita
dan yang tidak. Karena ALLAH tidak memberi pengetahuan pada kita manusia,
kecuali sedikit.
Kalau begitu, susah benar ya jadi
manuisa, harus memilih untuk kebaikan hidupnya sendiri tapi perangkatnya dalam
mengeksekusi pilihan masih kurang lengkap. Terus terang, perkara memilih ini
memang sering menyulitkan saya. Termasuk beberapa fenomena yang saya temui beberapa
bulan terakhir. Entah ini berdasarkan pengetahuan atau hanya perasaan ikut-ikutan, atau bahkan saya sebenarnya tidak
memilih, hanya terdesak dan terdorong oleh gelombang sehingga akhirnya ikut
hanyut tanpa kuasa menolak.
".................................................tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit'." – (QS.17:85)
Wallahu'alam.
Rabu, 15 April 2015
Rasanya Ingin Kabur Sajalah
Apa yang anda lakukan ketika anda menyadari bahwa apa yang selama ini
anda kerjakan tetapi dianggap kurang benar, atau kurang baik, atau kurang
profesional, atau hal-hal semacam itulah (lanjutan terhadap tuduhan mereka
tentang pengkhianat). Dua orang teman saya bilang "hm..jadi pengen
balik lagi ke beberapa bulan lalu dan mengulang semuanya lagi dari awal"
Kalau saya, tidak ingin repot-repot demikian. Yang ada dalam pikiran saya
cuma, menarik napas dalam-dalam, siapkan energi, angkat rok (biar ngga
kesangkut) dan kabuuur..lari sejauh-jauhnya.. saya mikir, kalaupun waktu
diulang belum tentu kita bener-bener bisa memperbaiki, kalau sama aja dodolnya
gimana? lagipula untuk apa berandai-andai hal mustahil begitu.
Pengecut? mungkin, mudah menyerah? bisa juga, kurang kerja keras?iya kali..Ah..sikap
pecinta simplicity saya ini lagi mengajak saya untuk berbuat demikian,
daripada semakin diperpanjang malah semakin banyak kekurangan yang kita buat?
Pasti yang baca bakal pada protes dan bilang "ya jangan berpikir gitu
dong..think positif" bodo lah..terserah..akhir-akhir ini banyak sekali
stressor dalam hidup saya..
Kesalahan yang saya miliki adalah saya memiliki semua informasi yang mereka
tidak tau, saya mencoba sharing ternyata hasilnya malah ngebanting,,, di sini
saya belajar ada 3 tipe manusia pertama manusia yang baik, sayang dan cinta
dengan saya, apapun yang saya lakukan pasti di dukung nya, jika saya salah
pasti dinasehatinya. Lalu tipe manusia yang kedua adalah manusia yang cuek, gak
peduli, gak ambil pusing dengan smua yang saya lakukan, baik buruk pun saya tak
akan berdampak padanya, tipe ini tak perlu di khawatirkan, bersikap sewajarnya,
karena dia pun akan bersikap sama. Lalu yang terakhir adalah manusia yang
memang menjadi musuh, lawan, pencari masalah atau apapun namanya yang dia tidak
akan pernah suka, baik, peduli atau care kepada saya, apapun yang saya
lakukan pastilah menjadi masalah buatnya.
Sekarang saya mulai berfikir, ternyata tugas saya gak sulit-sulit amat, gak
harus kabur atau lari dari mereka, cukup kotakkan saja, mana manusia tipe 1, 2
dan 3. Dan saya akan tau bagaimana cara menghadapinya.
~maaf kalau postingan ini bener-bener aneh dan tidak penting, hanya luapan
emosi saja!!!
Minggu, 12 April 2015
Pengkhianat
Dear... Diary
Tak pernah terfikir akan ada orang yang menuduhku sebagai pengkhianat...
yah,, hari ini 13 April 2015 seorang kawan, sahabat dan teman meletakkan gelar itu kepadaku,,,
Ya Alloh,,, tuduhan macam apa ini,, untuk sesuatu yang tak pernah saya perbuat,,,
Saya hanya seorang Hilwa yang mencoba memberi pandangan, mencoba memberi masukan jika suatu perkara itu ada tingkatan atau prosedural yang harus di lewati agar kita terlihat tidak emosi, arogan, apalagi tidak berpendidikan, tapi ternyata sikapku malah di bilang sebagai pengkhianat....
Sakit memang dituduh seperti itu, apalagi dituduh oleh saudara sendiri, saudara se iman, sebangsa dan setanah air, yang kalau di tanya cinta,,, sungguh aku sangat mencintai kalian semua,,
Sabar Hilwa....
Pada zaman Soekarno, Buya Hamka orang yang sangat mulia pun pernah dipenjarakan selama dua tahun karena dituduh “pengkhianat” dan menjual negara kepada Malaysia. Tentu beliau sangat sakit hati atas tuduhan keji rezim yang pernah bertangan besi kepada tokoh-tokoh Islam tersebut. Namun beliau bersabar dan memanfaatkan waktu tersebut untuk menyelesaikan karyanya yang monumental bernama Tafsir Al Azhar (30 jilid). So... Apalagi saya hanya seorang Hilwa.
Ya Alloh beri hamba kesabaran yang tiada tara untuk lara hatiku ini,
Ya Alloh beri hamba hati seluas samudra untuk menyikapi persoalan ini.
Tak pernah terfikir akan ada orang yang menuduhku sebagai pengkhianat...
yah,, hari ini 13 April 2015 seorang kawan, sahabat dan teman meletakkan gelar itu kepadaku,,,
Ya Alloh,,, tuduhan macam apa ini,, untuk sesuatu yang tak pernah saya perbuat,,,
Saya hanya seorang Hilwa yang mencoba memberi pandangan, mencoba memberi masukan jika suatu perkara itu ada tingkatan atau prosedural yang harus di lewati agar kita terlihat tidak emosi, arogan, apalagi tidak berpendidikan, tapi ternyata sikapku malah di bilang sebagai pengkhianat....
Sakit memang dituduh seperti itu, apalagi dituduh oleh saudara sendiri, saudara se iman, sebangsa dan setanah air, yang kalau di tanya cinta,,, sungguh aku sangat mencintai kalian semua,,
Sabar Hilwa....
Pada zaman Soekarno, Buya Hamka orang yang sangat mulia pun pernah dipenjarakan selama dua tahun karena dituduh “pengkhianat” dan menjual negara kepada Malaysia. Tentu beliau sangat sakit hati atas tuduhan keji rezim yang pernah bertangan besi kepada tokoh-tokoh Islam tersebut. Namun beliau bersabar dan memanfaatkan waktu tersebut untuk menyelesaikan karyanya yang monumental bernama Tafsir Al Azhar (30 jilid). So... Apalagi saya hanya seorang Hilwa.
Ya Alloh beri hamba kesabaran yang tiada tara untuk lara hatiku ini,
Ya Alloh beri hamba hati seluas samudra untuk menyikapi persoalan ini.
Minggu, 22 Februari 2015
25 Januari 2015
Ternyata gini rasanya...
Seperti melayang di antara kembang-kembang
sambil bentangkan tangan dan melaju diantara angin
Ya Allah,,
Jika ini takdirku... Mudahkanlah,
Jika ini jalanku... Terangilah
Jika ini jodohku... Kekalkanlah
Amiiin
Seperti melayang di antara kembang-kembang
sambil bentangkan tangan dan melaju diantara angin
Ya Allah,,
Jika ini takdirku... Mudahkanlah,
Jika ini jalanku... Terangilah
Jika ini jodohku... Kekalkanlah
Amiiin
Minggu, 30 November 2014
Ngaco...
Dulu pernah nulis ini ternyata...
senyum2 sendiri bacanya dan iseng aja share k blog hihihi
kemarin waktu lagi asyik2nya ngobrol tiba-tiba ada kk yang sangat di hormati (cie...cie..) bertanya tentang suami idaman ku...hahaha (ketawa sambil jengir n bingung)....waadooohhhh mau jawab apa ya..,,*o* coz aku gak pernah menjabarkan secara detail kriteria suami idaman apa lagi menuliskan secara khusus...alhasil...aku hanya mencoba muter-muter otak dan menjawab sekenanya...(ntah lah.... apakah jawabanku memuaskan ato gak...wkwkwkwk)
karena kejadian itulah aku jadi inget pernah baca artikel d internet.....dan lebih tepatnya aku baca di blog orang tapi lupa yang empunya blog namanya siapa dan aku coba copas notenya.......^^
ini dia,,,,,
disimak ya.......
Suami Yang Kupesan......
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang takut pada Alloh. Karena Iblis pun takut pada-Nya sehingga mereka tak membantah ketika diusir dari surga. Apalagi seorang laki-laki sholeh yang kupesan untuk menjadi suamiku…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang jika aku melihatnya aku akan bersyukur pada Alloh. Karena, lawan dari syukur adalah kufur…dan aku tidak mau menjadi makhluk terkutuk yang kufur terhadap suami dan Robb-nya…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang pandai menempatkan diri. Karena, aku merencanakan membangun keluarga ditengah manusia yang punya rasa dan mampu menilai sesama…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang pandai menggunakan lisannya. Karena lisannya yang kuharapkan mampu menenangkanku dari kegundahan, menghargaiku dari tiap lontaran pertanyaan dan pernyataan, dan mengingatkanku dari kealpaan dan kebengkokan jalan…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang dapat diandalkan. Karena, aku tak mau kelak rumahku lapuk karena air yang menetes dari genteng bocor yang tak terjamah, atau anakku yang terserang DBD karena sampah di pekarangan rumah…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang mau bekerja keras. Karena, ketekunan dan kesungguhan dalam bekerja adalah ciri seseorang yang menghargai diri dan hidupnya…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang mapan ekonominya. Karena aku mencita-citakan keluarga yang sakinah, mawaddah, rahmah, wa ‘kaya’. Kekayaan yang bisa kami jadikan senjata untuk mengabdi pada-Nya…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang menyayangi keluarga. Karena kami memang akan membentuk sebuah keluarga, bukan penjara apalagi neraka…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang bisa mencintaiku apa adanya. Karena aku khawatir tidak mampu menyediakan yang tak ku punya dan tak sanggup mengada-adakan yang tidak ada…
Tapi,…apakah pesananku itu ada? Apakah aku sanggup membayar harganya? Karena aku pernah mendengar sebuah kisah : Suatu saat Umar bin Khattab r.a melihat seorang pemuda yang sholat dengan sangat cepat dan kemudian berdo’a “Ya Alloh…tolong hadiahkan aku seorang bidadari dari surga.” Mendengar itu kemudian Umar berkata “Wahai anak muda, sepertinya maharmu tidak cukup untuk membayarnya.”
Tapi ya Alloh…aku kan memesan pada-Mu, sang Maha Kuasa pemilik segalanya. Bukan pada lintah darat atau kapitalis materialistis yang berorientasi pada harta semata…Robb…Aku terlalu kurang ajar ya?! Atau Kau hanya menggelengkan kepala karena mafhum akan kelicikan makhlukmu yang bernama manusia?! Ampuni aku ya Robb…aku janji tidak akan meminta sesuatu dari-Mu, tanpa kubuat diriku pantas untuk mendapatkan sesuatu itu terlebih dahulu. Aku janji Robb…janji untuk berupaya menjadi manusia yang menepati janji..
untuk semua sahabat2 ku yang sedang bersabar dalam penantian....
Allah maha tau yang terbaik untuk hambanya.....untuk kita.....^^
senyum2 sendiri bacanya dan iseng aja share k blog hihihi
kemarin waktu lagi asyik2nya ngobrol tiba-tiba ada kk yang sangat di hormati (cie...cie..) bertanya tentang suami idaman ku...hahaha (ketawa sambil jengir n bingung)....waadooohhhh mau jawab apa ya..,,*o* coz aku gak pernah menjabarkan secara detail kriteria suami idaman apa lagi menuliskan secara khusus...alhasil...aku hanya mencoba muter-muter otak dan menjawab sekenanya...(ntah lah.... apakah jawabanku memuaskan ato gak...wkwkwkwk)
karena kejadian itulah aku jadi inget pernah baca artikel d internet.....dan lebih tepatnya aku baca di blog orang tapi lupa yang empunya blog namanya siapa dan aku coba copas notenya.......^^
ini dia,,,,,
disimak ya.......
Suami Yang Kupesan......
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang takut pada Alloh. Karena Iblis pun takut pada-Nya sehingga mereka tak membantah ketika diusir dari surga. Apalagi seorang laki-laki sholeh yang kupesan untuk menjadi suamiku…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang jika aku melihatnya aku akan bersyukur pada Alloh. Karena, lawan dari syukur adalah kufur…dan aku tidak mau menjadi makhluk terkutuk yang kufur terhadap suami dan Robb-nya…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang pandai menempatkan diri. Karena, aku merencanakan membangun keluarga ditengah manusia yang punya rasa dan mampu menilai sesama…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang pandai menggunakan lisannya. Karena lisannya yang kuharapkan mampu menenangkanku dari kegundahan, menghargaiku dari tiap lontaran pertanyaan dan pernyataan, dan mengingatkanku dari kealpaan dan kebengkokan jalan…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang dapat diandalkan. Karena, aku tak mau kelak rumahku lapuk karena air yang menetes dari genteng bocor yang tak terjamah, atau anakku yang terserang DBD karena sampah di pekarangan rumah…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang mau bekerja keras. Karena, ketekunan dan kesungguhan dalam bekerja adalah ciri seseorang yang menghargai diri dan hidupnya…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang mapan ekonominya. Karena aku mencita-citakan keluarga yang sakinah, mawaddah, rahmah, wa ‘kaya’. Kekayaan yang bisa kami jadikan senjata untuk mengabdi pada-Nya…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang menyayangi keluarga. Karena kami memang akan membentuk sebuah keluarga, bukan penjara apalagi neraka…
Suami yang kupesan adalah laki-laki yang bisa mencintaiku apa adanya. Karena aku khawatir tidak mampu menyediakan yang tak ku punya dan tak sanggup mengada-adakan yang tidak ada…
Tapi,…apakah pesananku itu ada? Apakah aku sanggup membayar harganya? Karena aku pernah mendengar sebuah kisah : Suatu saat Umar bin Khattab r.a melihat seorang pemuda yang sholat dengan sangat cepat dan kemudian berdo’a “Ya Alloh…tolong hadiahkan aku seorang bidadari dari surga.” Mendengar itu kemudian Umar berkata “Wahai anak muda, sepertinya maharmu tidak cukup untuk membayarnya.”
Tapi ya Alloh…aku kan memesan pada-Mu, sang Maha Kuasa pemilik segalanya. Bukan pada lintah darat atau kapitalis materialistis yang berorientasi pada harta semata…Robb…Aku terlalu kurang ajar ya?! Atau Kau hanya menggelengkan kepala karena mafhum akan kelicikan makhlukmu yang bernama manusia?! Ampuni aku ya Robb…aku janji tidak akan meminta sesuatu dari-Mu, tanpa kubuat diriku pantas untuk mendapatkan sesuatu itu terlebih dahulu. Aku janji Robb…janji untuk berupaya menjadi manusia yang menepati janji..
untuk semua sahabat2 ku yang sedang bersabar dalam penantian....
Allah maha tau yang terbaik untuk hambanya.....untuk kita.....^^
Selasa, 25 November 2014
Tulisan Hari Guru Yang Tidak Inspiratif
Hari ni tuh 25
November 2014 yakni peringatan hari guru. Meskipun tahun ini tidak lagi di
rayakan seperti tahun-tahun biasanya, berhubung saya tidak mengajar di sekolah Indonesia (Malaysia_Red) dimana mereka merayakan Teacher Days itu jatuh pada tanggal
16 Mei. Dan jadilah hari guru kali ini diisi dengan jadwal ujian semester ganjil... tanpa upacara, games, bunga, coklat, bingkisan dan lain2 yang biasa diberi
siswa ke gurunya
Dan pagi ini
pun ujian berjalan seperti biasa, aman, lancar dan tertib. Tapi teman2 guru
yang lain (hanya Inoe dan Nora) selalu ribut dengan gak adanya siswa
yang berinisiatif memberi ucapan (maklum mayoriti siswa Malaysia), akhirnya pergilah mereka berdua membeli se bucket bunga dan di potong-potong menjadi satu tangkai lalu di bungkus dalam plastik
bening (Berasa wisuda liat bunganya, hihihi) lalu jadilah beberapa
tangkai bunga. Yang saya tidak sangka adalah bunga itu diberikan kepada saya.
Eh?. Ternyata tahun ini ucapan selamat hari guru dan setangkai mawar ungu saya
peroleh dari teman sesama guru hahaha. Mereka bilang “selamat hari guru untuk
kita semua... para guru Indonesia, " Soo Sweeett
Sayangnya
saya sedang tidak niat untuk menjadi inspiratif dalam rangka hari guru kali
ini. Sudah ada sekitar 2 tulisan terkait hari guru di blog. Silakan di-search
kalau memang tertarik. Kali ini saya mau narsis saja. Haha..... Berhubung
kemungkinan besok bunganya layu, maka saya abadikan dalam kamera. Maaf kalau yang lihat
potonya pada sakit mata :p
Poto dadakan narsis abis ^_^
Minggu, 16 November 2014
To My Self
Kira-kira apa ya ganjaran yang akan Allah berikan, bila diam-diam ternyata saudara kita menangis karena perbuatan kita? Lalu menceritakannya pada Allah Yang Maha Mendengar? atau mungkin kita sendiri yang megalaminya, bercerita kepada Allah tentang perbuatan saudara kita? Ntahlah...
Teringat keburukan orang lain terhadap diri, terkadang memberikan dampak positif agar kita tak melakukan hal yang sama terhadap orang lain.
Sebaiknya introspeksi diri mesti dilakukan agar seimbang menimbang persoalan, hal mana yang seharusnya kita sensitif-kan, dan ini bukan perkara siapa yang menyakiti atau tersakiti, tapi perkara memaafkan atau dimaafkan.
Ya Allah,,, Slalu jadikan hati ini seluas samudra.
Rabu, 05 November 2014
Kenanglah AQ
Sebuah tempat singgah sederhana berhasil ku bangun,
ku tata dan ku jaga untuk kita. Dindingnya berupa untaian
kata yang coba ku rangkai,
atapnya berupa goresan hati yang berani ku ungkap,
perabotnya hanyalah rentetan cerita yang tak sempurna. Karena Aq bukan seorang arsitek dan bukan
pula seorang pujangga.
Mungkin kesan pertama pernah membuatmu terpesona,
tapi belum tentu kesan selanjutnya. Mungkin kehadiranku pernah kau nantikan,
tapi Aq tahu ada yang lebih layak untuk kau nanti. Aq mungkin pernah menginspirasimu,
tapi sesungguhnya kau sendirilah
yang lebih pandai menggali inspirasi. Mungkin beberapa ceritaku sempat membuatmu terbuai,
tapi sesungguhnya ada banyak hikmah di jagad raya ini yang
membuatmu terhanyut akan maknanya, selama Kau bisa melihatnya dengan mata hatimu.
Kau tahu,
Aq hanyalah perempuan biasa. Cermin wanita akhir zaman yang mungkin tak sesabar Khadijah,
tak secerdas Aisyah, tak selembut Fatimah dan tak seberani Khaulah. Cukuplah Kau mengenalku seperti ini,
agar Kau mampu menghargaiku dengan segala kekuranganku. Aq tahu...
Aq pernah menggoreskan luka di sana, Aq pernah meninggalkan noda yang belum sempatku bersihkan,
atau barang kali Aq sempat membuatmu tak nyaman dengan segala tingkah kacauku.
Maaf…
Kali ini,
lagi dan lagi, Aq ingin meraih mutiara maaf itu di samudera hatimu. Dan Aq yakin, Kau takakan pernah keberatan mengangkatnya untukku.
Maafkan Aq, karena sekian waktu adalah cukup untuk menunjukkan retaknya dindingku, pudarnya warnaku, rapuhnya atapku,
dan lusuhnya perabot milikku. Semoga bangunan ini mampu utuh kembali… seperti semula seperti sediakala. Maaf... jika cintaku begitu besar untukmu, tapi apa dayaku, jika ernyata
mencintaimu sesakit ini... Aq mohon kenanglah aq untuk hatimu...
Rabu, 15 Oktober 2014
Kelicikanku
Dulu, waktu
aku masih kelas 1 SMP, kita sekelas diberi tugas kelompok oleh guru KTK untuk
menghias gambar, dan aku bermaksud menghias gambar dengan cara menempeli
permukaannya dengan biji-bijian yang diatur sedemikian rupa sehingga menjadi
gambar bunga.
Akhirnya siang itu, aku dan teman dekatku sari, pergi mencari biji-bijian berwarna merah. Lokasi pohonnya sekitar 500m dari rumah (mudah-mudahan bener, maklum gak bawa meteran). Waktu kita lagi asik mungutin biji-bijian yang pada berjatuhan di tanah, tiba-tiba ada seorang Bapak mengendarai motor (BMM) menghampiri kami.
Dia bertanya
pada kita, “de, kolam renang telaga biru dimana sih?”
Kita (gw
lupa Sari pa gw sebenernya jawab)
“disana pak “ sambil nunjuk arah yang dimaksud “trus masuk ke dalem”
Sebenernya
percakapan berikutnya aku agak lupa tapi kira-kira gini
BMM: “anak
saya mau les karate, tapi sekarang dia nya lagi berenang”
Kita berdua
(Aku dan Sari): “ooh..”
BMM: “kalian
berdua lagi ngapain? ikut bapak aja yuk anterin ke sana”
kita berdua
jadi bingung dan takut diculik sama ni bapak2
Aku: “Papa
saya kantornya deket situ, nantik kalo kita ketemu saya takut dimarahin”
BMM: “nanti
bapak kasih uang soalnya bapak belum pernah kesana”
seperti
reaksi hampir semua orang mendengar 4 huruf itu, kita berduapun mulai berubah
pikiran
Akhirnya
singkat cerita kita berdua mau untuk nganterin bapak itu ke kolam renang.
Tibalah saat kita mesti naik motor bapak itu. Dan kita berdua menemui
permasalahan “siapa yang mo duduk di tengah?” (duduk di tengah berarti duduk
tepat di belakang bapak itu -red)
Setelah kita
berdua berdebat karena gak ada yang mau duduk di tengah, akhirnya kita sepakat
untuk suit buat menentukan, yang kalah bakal duduk di tengah.
tu..wa..
ga..suit, ternyata aku yang kalah. Akhirnya aku naik ke motor duluan, tapi..
aku langsung duduk mundur ke belakang sedemikian rupa sehingga tidak ada
space lagi buat orang lain duduk di belakangku. Sari yang ngeliat keadaan
itupun jadi bingung
Sari: “maju
dikit Dek”
Aku: “gak
mau ah”
Sari:
“majuan cepet”
Aku tetep
kekeuh gak mau maju, akhirnya dengan gaya pasrahnya Saripun menyerah
dan duduk di tengah walaupun nyata-nyata dia menang suit tadi. Dan
akupun tersenyum penuh kemenangan.
Kalau ingat
tentang kisah ini, aku pasti berpikir “licik banget gw ya?..”
*Sorry ya
Sar...klo lo baca note ini :) *
Langganan:
Postingan (Atom)
